Sebuah berita tentang orang dengan skizofrenia yang melakukan perilaku kekerasan sering kali membuat banyak orang memberikan stigma negatif terhadap gangguan jiwa berat ini.
Berdasarkan tinjauan evidence-based terbaru, anggapan bahwa semua pasien skizofrenia berbahaya atau cenderung melakukan kekerasan merupakan mitos yang perlu diluruskan.
Faktanya
“Skizofrenia bukan sinonim dari kekerasan. Yang berbahaya bukan diagnosisnya, tetapi faktor risiko yang tidak dikenali dan tidak ditangani.”
Seberapa Besar Risiko Perilaku Kekerasan pada Skizofrenia?
Meta-analisis terbaru menunjukkan bahwa risiko perilaku kekerasan pada orang dengan skizofrenia memang lebih tinggi dibandingkan populasi umum, tetapi peningkatan tersebut tidak terjadi pada semua pasien. Risiko tertinggi ditemukan pada fase awal penyakit atau First Episode Psychosis (FEP).
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa:
Mengapa Kekerasan Bisa Terjadi?
Faktor penyebab perilaku kekerasan pada skizofrenia bersifat multifaktorial.
1. Waham Curiga (Persecutory Delusion)
Pasien merasa:
Karena merasa terancam, pasien dapat melakukan tindakan agresif sebagai bentuk “membela diri”.
Contoh:
“Saya pukul dia duluan karena saya yakin dia mau membunuh saya.”
Ini merupakan faktor klinis yang paling sering ditemukan.
2. Halusinasi Perintah (Command Hallucination)
Pasien mendengar suara yang memerintahkan untuk:
Tidak semua pasien mengikuti perintah tersebut, tetapi risiko meningkat bila:
3. Penyalahgunaan Zat
Ini merupakan faktor risiko yang paling konsisten ditemukan dalam berbagai penelitian.
Terutama:
Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa penyalahgunaan zat berkontribusi lebih besar terhadap perilaku kekerasan dibandingkan diagnosis skizofrenia itu sendiri.
“Pada banyak kasus, yang membuat pasien berbahaya bukan skizofrenianya, tetapi alkohol dan narkobanya.”
4. Tidak Minum Obat (Non-Adherence)
Risiko meningkat bila pasien:
Akibatnya:
5. Impulsivitas dan Kontrol Diri yang Buruk
Beberapa pasien mengalami:
Impulsivitas terbukti menjadi prediktor penting perilaku agresif pada psikosis dini.
6. Kurangnya Insight
Pasien tidak merasa dirinya sakit.
Akibatnya:
Kurangnya insight merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan perilaku agresif.
Faktor Risiko yang Harus Diwaspadai
Risiko Tinggi
Tanda-Tanda Awal Perilaku Kekerasan
Perawat, keluarga, dan tenaga kesehatan perlu mengenali tahapan berikut:
Tahap 1: Agitasi Ringan
Tahap 2: Eskalasi
Tahap 3: Ancaman
Tahap 4: Kekerasan Fisik
Faktor Protektif
Penelitian menunjukkan beberapa faktor dapat menurunkan risiko kekerasan.
1. Kepatuhan Minum Obat
Merupakan faktor protektif terkuat.
2. Dukungan Keluarga
Keluarga yang:
terbukti meningkatkan outcome pasien.
3. Rehabilitasi Psikososial
Meliputi:
4. Psikoterapi
Terutama:
Terbukti membantu mengurangi agresivitas.
5. Bebas Alkohol dan Narkoba
Merupakan faktor protektif yang sangat penting.
Prinsip Penanganan Perilaku Kekerasan
Saat Risiko Masih Rendah
Contoh:
Tidak tepat:
“Kamu salah, tidak ada yang mau membunuhmu.”
Lebih tepat:
“Saya tahu kamu merasa takut. Mari kita duduk dan bicara.”
Saat Risiko Sedang
Saat Risiko Tinggi
Pesan Penting untuk Keluarga
Jangan hanya bertanya:
“Apakah dia punya skizofrenia?”
Tetapi tanyakan:
Karena faktor-faktor itulah yang paling menentukan risiko kekerasan.
Kesimpulan
Pengobatan yang teratur, dukungan keluarga, rehabilitasi psikososial, serta bebas dari narkoba merupakan kunci utama pencegahan perilaku kekerasan pada skizofrenia.
Yang perlu ditakuti bukanlah orang dengan skizofrenia, melainkan skizofrenia yang tidak diobati. Dengan pengobatan yang baik, skizofrenia dapat dipulihkan. Sebaliknya, stigma hanya akan memperburuk keadaan.
Rujukan:
1. Lagerberg TV, Whiting D, Lichtenstein P, Fazel S. Systematic review of risk factors for violence in psychosis: 10-year update. Br J Psychiatry. 2025;226(4):e75. doi:10.1192/bjp.2025.15. Cambridge University Press & Assessment
2. Youn S, Large M, Nielssen O, Cotton SM, Killackey E, Allott K. Rates of violence during first-episode psychosis (FEP): a systematic review and meta-analysis. Schizophr Bull. 2024;50(4):757-769. doi:10.1093/schbul/sbae026.
3. Youn S, Large M, Nielssen O, Cotton SM, Killackey E, Allott K. Risk factors of violence during first-episode psychosis: a systematic review. Trauma Violence Abuse. 2026;27(1):1-18. doi:10.1177/15248380241309297.
4. Whiting D, Fazel S. Violence in schizophrenia: triangulating the evidence on causes and prevention. World Psychiatry. 2024;23(2):233-245. doi:10.1002/wps.21171.
5. VanDercar AH, Resnick PJ. Violence risk factors in psychiatric populations. Focus (Am Psychiatr Publ). 2026;24(1):2-9. doi:10.1176/appi.focus.20250028.