Whistleblowing System (WBS) Kemenkes

Cara Melaporkan Dugaan Pelanggaran melalui Whistleblowing System (WBS) Kemenkes

Masyarakat maupun pihak yang mengetahui adanya dugaan pelanggaran di lingkungan Kementerian Kesehatan memiliki peran penting dalam menjaga tata kelola pemerintahan dan pelayanan kesehatan yang bersih dan berintegritas.

Salah satu saluran resmi yang disediakan Kementerian Kesehatan untuk menyampaikan laporan tersebut adalah Whistleblowing System (WBS).

Apa Itu Whistleblowing System (WBS)?

Whistleblowing System (WBS) adalah sistem pelaporan pelanggaran yang disediakan Kementerian Kesehatan untuk memudahkan pihak yang mengetahui atau memiliki informasi mengenai dugaan pelanggaran untuk menyampaikannya melalui saluran resmi.

WBS merupakan bagian dari sistem pengaduan dan pengawasan Kementerian Kesehatan, khususnya untuk menangani pengaduan yang memiliki unsur pengawasan dan dugaan pelanggaran.

Melalui WBS, masyarakat dapat turut berperan dalam mengawasi penyelenggaraan pemerintahan dan membantu mewujudkan pelayanan kesehatan yang bebas dari praktik penyimpangan.

Apa Saja yang Dapat Dilaporkan?

Kementerian Kesehatan membuka WBS untuk menerima laporan mengenai dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pegawai di lingkungan Kementerian Kesehatan.

Beberapa jenis dugaan pelanggaran yang dapat dilaporkan antara lain:

  • Fraud atau kecurangan

  • Maladministrasi

  • Pelanggaran aturan kepegawaian atau kode etik

  • Tindak pidana korupsi

Perlu diperhatikan, WBS bukan merupakan kanal untuk menyampaikan seluruh jenis keluhan pelayanan kesehatan. Untuk pengaduan atau permintaan informasi yang bersifat umum, masyarakat dapat menggunakan kanal pengaduan Kementerian Kesehatan yang sesuai.

Bagaimana Cara Melaporkan melalui WBS Kemenkes?

Pelaporan dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi Whistleblowing System Kementerian Kesehatan:

wbs.kemkes.go.id

 

Agar laporan dapat dipahami dan ditindaklanjuti dengan baik, pelapor perlu menyampaikan informasi yang jelas, kronologis, dan didukung bukti yang relevan.

1. Sampaikan Apa yang Terjadi

Jelaskan secara jelas dugaan pelanggaran yang ingin dilaporkan.

Contohnya:

“Terdapat dugaan pemberian uang kepada pegawai untuk mempercepat proses pelayanan.”

Hindari laporan yang hanya berisi tuduhan tanpa menjelaskan peristiwa yang mendasarinya.

2. Jelaskan Di Mana dan Kapan Kejadian Terjadi

Sampaikan informasi mengenai:

  • lokasi kejadian;

  • tanggal atau periode kejadian;

  • waktu kejadian apabila diketahui; dan

  • unit kerja atau fasilitas terkait.

Informasi waktu dan lokasi akan membantu proses penelusuran laporan.

3. Jelaskan Siapa yang Terlibat

Apabila diketahui, cantumkan identitas atau informasi mengenai pejabat maupun pegawai Kementerian Kesehatan yang diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran.

Sampaikan berdasarkan informasi yang benar-benar diketahui, bukan berdasarkan dugaan atau rumor.

4. Jelaskan Bagaimana Kejadian Terjadi

Tuliskan kronologi secara runtut.

Jelaskan:

apa yang terjadi → siapa yang terlibat → kapan dan di mana terjadi → bagaimana perbuatan dilakukan.

Semakin jelas kronologi yang disampaikan, semakin mudah laporan dipahami dan ditelaah.

5. Sertakan Bukti Pendukung

Apabila tersedia, lengkapi laporan dengan bukti permulaan yang relevan.

Bukti dapat berupa:

  • dokumen;

  • data;

  • foto atau gambar;

  • rekaman; atau

  • bukti lain yang dapat membantu menjelaskan dugaan pelanggaran.

Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya informasi dan bukti permulaan yang mendukung laporan.

Gunakan Prinsip 5W + 1H

Agar lebih mudah dalam menyusun laporan, gunakan prinsip sederhana berikut:

What — Apa
Apa dugaan pelanggaran yang terjadi?

Where — Di mana
Di mana kejadian tersebut berlangsung?

When — Kapan
Kapan kejadian berlangsung?

Who — Siapa
Siapa pihak yang diduga melakukan atau terlibat?

Why — Mengapa
Jika diketahui, apa latar belakang atau tujuan tindakan tersebut?

How — Bagaimana
Bagaimana dugaan pelanggaran tersebut dilakukan?

Kemudian, lengkapi dengan bukti pendukung yang Anda miliki.

 

Apa yang Terjadi Setelah Laporan Disampaikan?

Laporan yang masuk melalui WBS akan melalui proses penanganan sesuai dengan ketentuan dan kriteria yang berlaku.

Apabila laporan memenuhi persyaratan dan memiliki informasi yang memadai, laporan dapat diproses lebih lanjut.

Karena itu, pelapor disarankan menyampaikan informasi secara jelas, faktual, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Lindungi Integritas, Laporkan melalui Saluran yang Tepat

Melaporkan dugaan pelanggaran bukan berarti mencari kesalahan orang lain. Pelaporan melalui saluran resmi merupakan salah satu bentuk partisipasi dalam menjaga integritas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kesehatan.

Jika Anda melihat atau mengetahui dugaan pelanggaran di lingkungan Kementerian Kesehatan, gunakan kanal resmi dan sampaikan laporan berdasarkan fakta serta bukti yang Anda miliki.

 

Laporkan melalui WBS Kementerian Kesehatan

Lapor melalui WBS Kemenkes

 

Bagikan Postingan Ini:
Chat WhatsApp