BOGOR - Lebih dari 500 peserta mengikuti Webinar Adiksi Perilaku yang diselenggarakan oleh Pusat Kesehatan Jiwa Nasional (PKJN) RS Marzoeki Mahdi, melalui daring, Selasa (30/7/2024). Webinar ini dilaksanakan sebagai respons dalam menanggapi kasus judi daring yang marak terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.
Psikiater konsultan psikiatri adiksi PKJN RS Marzoeki Mahdi, Prasetiyawan, dalam paparannya mengatakan bahwa salah satu jenis adiksi perilaku adalah kecanduan judi. Kecanduan judi ini sudah termasuk ke dalam gangguan jiwa, yaitu gambling disorder.
“Saat ini orang yang mengalami gangguan gambling disorder mencapai 0,2% dari populasi penduduk dunia. Sedangkan menurut penelitian Dr. Siste gangguan ini dialami 2% dari penduduk di Indonesia. Faktanya, gangguan ini terjadi lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan wanita,” ujarnya.
Webinar ini diikuti oleh para tenaga kesehatan melalui platform Plataran Sehat dan masyarakat umum yang ingin lebih tahu mengenai pencegahan adiksi perilaku, salah satunya yang disebabkan oleh judi daring.
Direktur Utama PKJN RS Marzoeki Mahdi Nova Riyanti Yusuf membuka webinar ini dengan keynote speech-nya, yang dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh psikiater Lahargo Kembaren dan Prasetiyawan yang membahas adiksi dari sudut pandang kedokteran jiwa. Neurolog Anastasia Novitasari juga memberikan materinya tentang terapi yang bisa membantu pemulihan pasien adiksi. Psikolog Rahmi Binarsih menjadi pembicara terakhir yang membahas pendekatan psikologi untuk membangun ketahanan mental dari adiksi. Webinar ini dipandu oleh Ayie Sri Kartika dan Miranty Novia Wardhani.
Di akhir acara, Manajer Pelatihan, Ahmad Eru Saprudin, menyatakan bahwa berdasarkan formulir evaluasi yang disebarkan kepada para peserta, mereka mengaku puas dengan diselenggarakannya webinar ini.
“Mereka menyatakan puas karena dari sisi materi sesuai dengan keilmuan dan update dengan apa yang terjadi dari masyarakat, masalah dan upayanya update. Dari evaluasi juga disampaikan bahwa panitia sabar dalam mendampingi individu jika ada kesulitan dalam pendaftaran ke akun Plataran Sehat. Banyak juga yang menyatakan mereka tidak rugi membayar 100 ribu rupiah, karena dapat ilmu yang sangat bermanfaat,” ungkap Eru. (R)