26 Agustus 2026

Panduan Lengkap Inisiasi Menyusui Dini (IMD) & Laktasi Optimal: Imunisasi Alamiah Pertama Bayi

oleh Nunung Nurhasanah, S.Tr.Keb.
tag
453 x dilihat

 

Apa Itu Inisiasi Menyusui Dini (IMD)?

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah proses krusial di mana bayi yang baru lahir diletakkan di atas perut atau dada ibunya dalam 1 jam pertama kelahiran, kemudian dibiarkan merangkak dan mencari puting susu untuk menyusu secara mandiri.

Proses kontak langsung kulit ke kulit (skin-to-skin contact) tanpa busana ini menjadi momen bonding (ikatan batin) pertama yang sangat berharga antara ibu dan anak.

Syarat dan Kondisi Pelaksanaan IMD

IMD wajib dilaksanakan apabila kondisi ibu dan bayi dalam keadaan stabil:

  1. Kondisi Ibu Stabil: Tekanan darah dan tanda-tanda vital normal, kontraksi uterus baik, serta perdarahan pascapersalinan dalam batas aman.

  2. Kondisi Bayi Stabil: Bayi langsung menangis saat lahir dan bugar.

Catatan Medis: Jika bayi mengalami asfiksia (lahir tidak menangis), penanganan medis bayi baru lahir akan diprioritaskan terlebih dahulu. Begitu pula jika ibu mengalami komplikasi persalinan (perdarahan hebat, syok, atau kejang), pelaksanaan IMD akan ditunda hingga kondisi medis ibu dan bayi tertangani secara aman. Prioritas utama adalah keselamatan jiwa keduanya.

Keajaiban Kolostrum: Imunisasi Alamiah Pertama Bayi

Masih terdapat mitos di masyarakat bahwa tetesan ASI pertama yang berwarna kekuningan adalah cairan basi atau beracun sehingga harus dibuang. Hal ini disanggah tegas oleh Bidan Nunung.

Cairan pertama tersebut dinamakan kolostrum. Kolostrum adalah imunisasi alamiah pertama bagi bayi baru lahir karena mengandung:

  • Kaya Antibodi: Melindungi usus dan saluran pencernaan bayi dari bakteri dan virus.

  • Nutrisi Tinggi: Kandungan protein dan vitamin konsentrasi tinggi yang tidak dapat tertandingi oleh susu formula merk apa pun.

  • Pencegah Hipotermia: Sentuhan skin-to-skin saat menyusui membantu menyetabilkan suhu tubuh bayi agar tidak kedinginan.

IMD dan Akses Pelayanan bagi Pasien Psikiatri

Sebagai rumah sakit rujukan dengan keunggulan pelayanan kesehatan jiwa dan umum, RS Marzoeki Mahdi menerapkan prinsip kebidanan yang inklusif. Setiap ibu melahirkan, termasuk pasien dengan gangguan kesehatan jiwa (psikiatri), memiliki hak yang sama untuk melakukan IMD dan menyusui bayinya.

Pasien psikiatri yang rutin mengonsumsi obat aman dan dalam kondisi kooperatif/tenang akan didampingi secara khusus oleh tim medis dan bidan. Tim medis juga memberikan edukasi perawatan bayi dasar (seperti membedong, mengganti popok, dan pelekatan menyusui) kepada ibu dan keluarganya.

Solusi Mengatasi Berbagai Masalah Laktasi

Proses menyusui kerap diwarnai kendala teknis maupun emosional. Berikut adalah cara penanganan masalah laktasi yang sering ditemui:

1. ASI / Kolostrum Belum Keluar di Hari Pertama

ASI biasanya tidak langsung deras pada hari ke-1 atau ke-2. Jangan cemas! Isapan bayi saat IMD dan proses menyusui berkala akan merangsang hormon prolaktin dan oksitosin untuk mempercepat produksi ASI. Faktor kunci lainnya adalah ibu harus bahagia, tenang, dan tidak stres.

2. Puting Lecet

Puting lecet umumnya disebabkan oleh kesalahan posisi pelekatan (latch-on). Mulut bayi tidak boleh hanya mengisap pada bagian ujung puting, tetapi harus melingkupi sebagian besar area areola (lingkaran hitam di sekitar puting).

3. Hiper Laktasi & Bendungan ASI

Hiper laktasi terjadi saat produksi ASI sangat melimpah. Jika ASI tidak dikosongkan secara teratur, dapat timbul bendungan ASI (ASI menggumpal, payudara bengkak, keras, nyeri, hingga timbul demam).

  • Langkah Penanganan: Susui bayi secara bergantian pada payudara kanan dan kiri hingga kosong.

  • Ibu Bekerja: Gunakan teknik pumping (pompa ASI) secara berkala di tempat kerja.

  • Tindakan Lanjut: Jika terjadi pembengkakan parah, kemerahan, atau peradangan (mastitis/keluar nanah), segera konsultasikan ke dokter.

Nutrisi Ibu Menyusui & Frekuensi On-Demand

  • Menu Seimbang: Tidak ada pantangan makanan khusus bagi ibu melahirkan/menyusui (seperti pantang makan ikan atau minyak), selama tidak menimbulkan alergi atau masalah pencernaan. Konsumsi menu seimbang yang kaya karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan.

  • Frekuensi Menyusui: Menyusui bersifat on-demand (kapan pun bayi menginginkannya). Namun, jika bayi tidur nyenyak lebih dari 2–4 jam (terutama pada siang hari), ibu disarankan untuk membangunkan bayi secara lembut untuk disusui agar kebutuhan nutrisinya tercukupi dan mencegah bayi menjadi kuning.

Layanan Kebidanan & Kandungan di RS Marzoeki Mahdi 

RS Marzoeki Mahdi menyediakan fasilitas PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) yang melayani kebutuhan kesehatan ibu dan anak:

  1. IGD Kebidanan 24 Jam: Siap melayani kasus kegawatdaruratan obstetri dan kebidanan selama 7 x 24 jam penuh.

  2. Poliklinik Kebidanan & Kandungan (Obgyn): Pelayanan pemeriksaan rutin pada hari kerja.

  3. Cakupan BPJS Kesehatan: Melayani pasien rujukan BPJS secara berjenjang serta penanganan darurat tanpa hambatan biaya.

  4. Program Layanan MOW (Steril) Gratis: Bekerja sama dengan DPPKB Kota Bogor untuk memberikan pelayanan MOW (Medis Operatif Wanita/kontrasepsi mantap) secara gratis bagi akseptor yang memenuhi indikasi medis.

Bagikan Postingan Ini:
Chat WhatsApp