Siapa yang tidak mengenal rokok? Orang dewasa, remaja, bahkan mungkin anak-anak sudah mengenal rokok. Beberapa sudah pernah mencoba, merasakan bahkan ada yang sampai tidak bisa lepas dari rokok (kecanduan/adiksi).
Apa yang dimaksud dengan rokok? Rokok merupakan hasil olahan tembakau, termasuk cerutu atau bentuk lainnya. Ada beberapa macam jenis rokok, diantaranya yaitu :
Berdasarkan survei nasional yang diadakan pada tahun 2013 dan 2018, penggunaan tembakau di Indonesia masih tergolong tinggi di kalangan dewasa dan remaja. Prevalensi pada orang dewasa masih belum menunjukkan penurunan selama periode 5 tahun ini, sementara prevalensi merokok pada remaja usia 10-19 tahun meningkat dari 7,2% di tahun 2013 menjadi 9,1% pada 2018.
Data terbaru dari Global Youth Tobacco Survey (GYTS) tahun 2019 menunjukkan bahwa 40,6% pelajar di Indonesia (usia 13-15 tahun), 2 dari 3 anak laki-laki, dan hampir 1 dari 5 anak perempuan sudah pernah menggunakan produk tembakau: 19,2% pelajar saat ini merokok dan di antara jumlah tersebut, dua pertiga dari mereka dapat membeli rokok secara eceran dan 60,6% tidak dicegah ketika membeli rokok karena usia mereka.
Data GYTS juga menunjukkan hampir 7 dari 10 pelajar melihat iklan atau promosi rokok di televisi atau tempat penjualan dalam 30 hari terakhir, dan sepertiga pelajar merasa pernah melihat iklan di internet atau media sosial.
Angka-angka tersebut tentunya sangat mengkhawatirkan karena menunjukkan bahwa generasi muda terus terekspos penggunaan tembakau dan iklan-iklan rokok dengan pesan tersamar yang dirancang dengan baik, untuk menarik generasi muda agar kecanduan tembakau dan nikotin.
Merokok memiliki pengaruh buruk terhadap kesehatan. Di dalam sebatang rokok terkandung lebih dari 4000 jenis senyawa kimia, 400 zat berbahaya, dan 43 zat penyebab kanker (karsinogenik). Setiap tahun, sekitar 225.700 orang di Indonesia meninggal akibat merokok atau penyakit lain yang berkaitan dengan tembakau. Penggunaan tembakau berdampak signifikan pada kesehatan masyarakat, yang mengarah pada perkembangan penyakit pada usia produktif dan pada gilirannya menyebabkan kesakitan/morbiditas dan kematian dini. Berdasarkan data literatur, seorang perokok memiliki resiko lebih tinggi untuk mendapatkan penyakit dibawah ini bila dibandingkan dengan non perokok :
1. Penyakit kardiovaskular
Merokok adalah penyebab utama penyakit kardiovaskular serta menyebabkan satu dari setiap empat kematian akibat penyakit tersebut. Merokok dapat :
Merokok dapat menyebabkan kanker hampir di semua bagian tubuh. Racun dalam asap rokok dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga lebih sulit untuk membunuh sel kanker. Selain itu, racun dalam asap tembakau dapat merusak atau mengubah DNA sel. DNA adalah "instruksi manual" sel yang mengontrol pertumbuhan dan fungsi normal sel. Ketika DNA rusak, sel dapat mulai tumbuh di luar kendali dan menciptakan tumor/kanker.
3. Penyakit pernapasan kronis
Merokok tembakau adalah penyebab utama penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), suatu kondisi di mana penumpukan lendir berisi nanah di paru-paru menyebabkan batuk yang menyakitkan dan kesulitan bernapas yang menyiksa. Risiko mengembangkan PPOK sangat tinggi di antara individu yang mulai merokok pada usia muda, dan mereka yang terpapar asap rokok orang lain, karena asap tembakau secara signifikan memperlambat perkembangan paru-paru. Tembakau juga memperburuk asma, yang membatasi aktivitas dan menyebabkan kecacatan. Penghentian merokok dini adalah pengobatan paling efektif untuk memperlambat perkembangan PPOK dan memperbaiki gejala asma.
4. Tuberkulosis
Tuberkulosis (TB) merusak paru-paru dan mengurangi fungsi paru-paru, yang selanjutnya diperburuk oleh merokok tembakau. Sekitar seperempat populasi dunia mengidap TB laten, menempatkan mereka pada risiko mengembangkan penyakit aktif. Orang yang merokok dua kali lebih mungkin untuk jatuh sakit dengan TBC. TB aktif, diperparah dengan efek merokok tembakau yang merusak kesehatan paru-paru, secara substansial meningkatkan risiko kecacatan dan kematian akibat gagal napas. Penderita TB harus segera mengambil langkah untuk berhenti merokok agar pengobatan TB mereka efektif.
5. Diabetes Melitus
Seorang perokok memiliki resiko mendapatkan penyakit diabetes mellitus tipe 2 sekitar 30-40% lebih tinggi dibandingkan bukan perokok. Dan orang dengan diabetes yang merokok, lebih mungkin mengalami masalah pengendalian dengan dosis insulin dan pengendalian penyakit dibandingkan bukan perokok. Perokok dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi serius, di antaranya:
Bayi yang terpapar racun asap tembakau dalam kandungan, melalui ibu yang merokok atau paparan ibu terhadap perokok pasif, sering mengalami penurunan fungsi dan pertumbuhan paru-paru. Anak-anak kecil yang terpapar asap rokok orang lain berisiko timbul dan eksaserbasi asma, pneumonia dan bronkitis, serta seringnya infeksi saluran pernapasan bagian bawah. Paparan terhadap tembakau di usia dini tak hanya menciptakan perokok seumur hidup, namun juga dapat berkontribusi terhadap stunting dan menghambat pertumbuhan anak-anak. Oleh sebab itu, perokok harus memastikan bahwa mereka tidak pernah merokok di hadapan bayi atau anak kecil.
Upaya Berhenti Merokok
Berhenti merokok bukanlah sesuatu hal yang mudah dilakukan bagi pecandu rokok dikarenakan adiksi/kecanduan nikotin yang menjadi salah satu faktor kendala berhenti merokok bila dilihat dari aspek biologis atau fisiologis. Nikotin menempati ranking pertama yang menyebabkan kematian, adiksi, dan tingkat kesulitan untuk tidak menggunakan lagi dibandingkan dengan 4 zat lain seperti kokain, morfin, kafein dan alcohol. Adiksi nikotin dapat membuat seseorang kembali merokok meskipun telah mengalami berbagai penyakit. Hal ini ditunjukkan oleh terjadinya kekambuhan merokok. Nikotin mempengaruhi perasaan, pikiran, dan fungsi pada tingkat seluler. Dalam waktu 4-10 detik setelah perokok menghisap sebatang rokok, nikotin terekstraksi dari tembakau, terbawa masuk kedalam sirkulasi arteri dan sampai ke otak. Konsentrasi nikotin meningkat 10 kali lipat dalam sirkulasi arteri sistemik setiap hisapan rokok.
Lalu, apa yang harus dilakukan apabila seseorang sudah kecanduan merokok? Tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok. Beberapa hal berikut dapat dilakukan sebagai upaya untuk berhenti merokok, yaitu :
1. Membuat daftar alasan untuk berhenti merokok
Terus ingatkan diri Anda mengapa Anda membuat keputusan untuk berhenti merokok. Buat daftar alasannya dan baca ketika Anda membutuhkan dukungan.
2. Buat rencana untuk berhenti merokok
Buat janji, tetapkan tanggal dan lakukan rencana itu.
3. Dapatkan dukungan untuk berhenti merokok
Dukungan untuk berhenti merokok sangat dibutuhkan baik dari keluarga maupun teman sebaya. Dukungan membuat kemungkinan berhenti merokok jauh lebih besar.
4. Membuat lingkungan teman yang tidak merokok
Lingkungan teman yang tidak merokok tentu saja memberi pengaruh yang besar untuk mengurangi keinginan merokok.
5. Berpikir positif
Anda mungkin telah mencoba untuk berhenti merokok sebelumnya namun tidak berhasil, namun jangan menyerah. Belajar dari pengalaman sebelumnya dan jadikan sebagai penyemangat.
6. Pertimbangkan makanan Anda
Apakah Anda terbiasa merokok setelah makan? Sebuah studi mengungkapkan bahwa beberapa makanan, termasuk daging, membuat rokok lebih memuaskan. Jadi tukar steak atau burger biasa Anda dengan sayuran sebagai gantinya.
7. Ganti minuman Anda
Studi mengatakan beberapa minuman seperti kopi, soda dan teh membuat rokok terasa lebih enak, oleh karena itu gantilah minuman Anda menjadi air dan jus. Selain lebih sehat, air dan jus akan mengurangi keinginan merokok.
8. Identifikasi kapan Anda menginginkan rokok
Sebuah keinginan bisa bertahan 5 menit. Tahan keinginan Anda dengan menunda. Setiap kali Anda merasakan dorongan kuat untuk merokok, tundalah hal tersebut selama 5 menit sebelum Anda menyalakan rokok tersebut. Buatlah daftar strategi yang dapat anda lakukan selama 5 menit untuk menunda keinginan merokok.
9. Berolahraga Secara Teratur
Tinjauan studi ilmiah telah membuktikan latihan, bahkan 5 menit berjalan kaki atau meregangkan tubuh, dapat mengurangi keinginan untuk merokok. Olahraga secara teratur seperti jogging dan jalan kaki akan membantu Anda mendapatkan mood yang lebih baik, tubuh dan pikiran pun jadi fresh. Dengan aktivitas olahraga akan membuat Anda terhindar dari stres, sehingga Anda tidak perlu merokok lagi sebagai alasan untuk menghilangkan stres.
10. Buatlah diri Anda sibuk sehingga tidak sempat berpikir untuk merokok
Bagi para perokok ada waktu dimana kebiasaan merokok paling sering dilakukan. Misalnya: saat menunggu, sesudah makan, nongkrong, bareng teman-teman, dan lainnya. Coba alihkan kebiasaan merokok di tempat tersebut dengan aktivitas lain, misalnya mengunyah permen sebagai pengganti, meletakkan minuman Anda di tangan yang biasanya memegang rokok, Lakukan hal-hal positif lainnya seperti menulis, membaca dan lainnya yang menyehatkan.
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, mencegah para perokok, orang yang tidak merokok, dan terutama generasi muda dari menggunakan produk tembakau sangatlah penting jika Indonesia ingin mengurangi angka kematian dan penyakit yang berkaitan dengan tembakau, dan beban yang disebabkan oleh hal-hal tersebut pada sumber daya manusia dan perekonomian. Hindari merokok sejak dini.