Pernah bertemu dengan orang yang selalu bangga dengan dirinya dan terkesan sombong serta pamer? Atau orang yang kalau mengobrol selalu menceritakan kehebatan dan kelebihan dirinya? Orang sedang cerita tentang dirinya, eh, tiba tiba dia menyela, "Aku juga....", "Aku..." dan "Aku...", semua tentang dirinya. Ini merupakan tanda dan gejala dari sebuah gangguan jiwa yang dikenal dengan Gangguan Kepribadian Narsisistik atau Narcissistic Personality Disorder (NPD)
Gangguan Kepribadian (personality disorder) adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan adanya pikiran, sikap, dan perilaku tidak serasi dalam hal kesadaran, pengendalian impuls, persepsi, cara berpikir, dan hubungan dengan orang lain dalam jangka waktu yang lama, menetap, dan menyebabkan penderitaan serta mengganggu pekerjaan dan aktivitas sosial sehari-hari.
Faktor-faktor yang memengaruhi munculnya Gangguan Kepribadian
1. Faktor biologi: Bawaan/genetik/temperamen, trauma kepala, narkoba
2. Faktor psikologis: Pengalaman hidup, peristiwa traumatis
3. Faktor sosial: Pola asuh, lingkungan sosial, nilai, norma, budaya, spiritual
Terdapat Tiga Golongan Gangguan Kepribadian
Klaster A: Gangguan kepribadian dengan karakteristik pikiran dan perilaku yang aneh dan eksentrik
1. Gangguan Kepribadian Paranoid
2. Gangguan Kepribadian Skizoid
3. Gangguan Kepribadian Skizotipal
Klaster B: Gangguan kepribadian dengan karakteristik dramatis, emosi yang berlebihan dan pikiran perilaku yang sulit diprediksi.
1. Gangguan Kepribadian Antisosial
2. Gangguan Kepribadian Borderline/Ambang
3. Gangguan Kepribadian Narsisistik
4. Gangguan Kepribadian Histrionik
Klaster B: Gangguan Kepribadian dengan karakteristik cemas, pikiran dan perilaku khawatir
1. Gangguan Kepribadian Cemas Menghindar
2. Gangguan Kepribadian Dependen
3. Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif
Tanda dan Gejala Gangguan Kepribadian Narsisistik
Tanda dan gejala ini akan mengganggu fungsi kehidupan sehari hari dan juga dapat merusak relasi dengan orang lain. Apabila sudah demikian maka diagnosis NPD dapat ditegakkan
Terapi untuk Gangguan Kepribadian Narsisistik
1. Psikoterapi (talk therapy)
Jenis terapi ini memiliki prinsip sebagai berikut.
2. Psikofaramaka
Terapi ini diberikan jika individu datang dengan keluhan tertentu dengan target pengobatan menghilangkan gejala yang dialami pasien, misalnya depresi, ansietas, mood swing, dll.
Orang yang mengalami Gangguan Kepribadian Narsisistik sering kali tidak menyadari bahwa dia butuh bantuan sehingga penting sekali orang sekitar untuk mendampingi, mengingatkan dan mengajaknya berkonsultasi ke profesional kesehatan jiwa. Hindari sikap menghakimi dan konfrontasi, tetap kedepankan komunikasi yang positif dan suportif serta empati.
Penulis: dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ