26 September 2019

KONSOLIDASI CRISIS CENTER RSMM BERSAMA PUSPAGA PEMBENTUKAN RELAWAN PEDULI ANAK DAN WANITA

oleh admin
tag
633 x dilihat
KONSOLIDASI CRISIS CENTER RS. dr.H.MARZOEKI MAHDI BOGOR BERSAMA PUSPAGA PEMBENTUKAN RELAWAN PEDULI ANAK DAN WANITA
 
Di Kantor Walikota Tangerang Selatan, Kamis 26 September 2019- Crisis Center RS. dr. H. Marzoeki bersama dengan Prahipti Kota Bogor melakukan konsolidasi dan pembentukan relawan peduli anak dan wanita bersama PUSPAGA dibawah kementerian PPPA. PUSPAGA adalah bentuk layanan pencegahan di bawah koordinator Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam meningkatkan kehidupan keluarga dan ketahanan keluarga. Di komandoi oleh Kabid PPA Tangerang Selatan dan ketua Puspaga Tangerang Selatan, rapat konsolidasi dihadiri berbagai kalangan diantaranya perwakilan dari pemerintah, dan berbagai profesi yang nantinya ikut serta sebagai relawan peduli anak dan perempuan diantaranya psikolog, bidan, perawat dan kalangan pendidik.
 
Beberapa program unggulan yang direncanakan untuk diadakan hingga akhir tahun 2019 adalah sekolah ramah anak, peningkatan ketahanan keluarga melalui penyuluhan 8 fungsi keluarga, pencegahan trauma kekerasan dalam keluarga.
 
Perwakilan dari Crisis Center RS dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor, Bidan Yuli Prahmawati yang merupakan salah satu konselor psikologis juga ikut serta sebagai relawan peduli pemberdayaan perempuan dan anak, mengatakan sinergi Masyarakat dengan pemerintah juga Kementrian Kesehatan perlu dilakukan untuk meningkatkan pemenuhan hak anak dan perempuan juga untuk menghindari kekerasan terhadap anak dan perempuan. Sekitar 38, 62 % anak laki-laki dan 20,48 % anak perempuan pada kelompok umur 13-17 tahun menyatakan dirinya pernah mengalami tindak kekerasan dalam satu tahun terakhir, banyaknya permasalahan keluarga yang timbul bagaikan fenomena gunung es, permasalahan yang dapat diketahui hanya sebagian kecil dari puluhan ribu permasalahan yang ada.
 
Hal ini didukung data besarnya jumlah kasus keinginan bunuh diri dan kekerasan di Hotline Service dan Crisis Center RS. dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor yang diakibatkan kurang optimalnya penerapan 8 fungsi keluarga.
 
 
 
 
Bagikan Postingan Ini:
Chat WhatsApp