16 Maret 2022

4 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Merawat Lansia Dirumah

oleh admin
tag
5634 x dilihat

Lansia atau lanjut usia adalah mereka yang sudah berusia lebih dari 60 tahun menurut pasal 1 UUD tahun 1998, sedangkan menurut Budi Anna Keliat,1999 “lansia adalah tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia”.  Lansia itu sendiri dibagi menjadi 5  klasifikasi yaitu :


1. Pralansia (prasenilis)
    Seseorang yang berusia antara 45-59 tahun
2. Lansia
    Seseorang yang berusia antara 60 tahun atau lebih.
3. Lansia resiko tinggi
    Seseorang yang berusia 70 tahun atau lebih/seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih denganmasalah kesehatan. (Depkes RI, 2003).
4. Lansia potensial
    Lansia yang masih mampu melakukan pekerjaan dan/atau kegiatan yang dapat menghasilkan barang/jasa (Depkes RI, 2003)
5. Lansia tidak potensial
    Lansia yang tidak berdaya mencari nafkah, sehingga hidupnya bergantung pada bantuan orang lain (Depkes RI, 2003).

Adapun perubahan yang di alami oleh lansia meliputi :

1. Perubahan fisik lansia

Seiring dengan bertambahnya usia lansia akan membuat penurunan fisik lansia itu sendiri seperti penurunan massa otot dan kelemahan ekstremitas pada lansia yang menyebabkan mobilitas lansia berkurang, penurunan panca indera di mulai dari kurangnya penglihatan, kurangnya sensitifitas lansia dalam mencium dan merasa suatu makanan, lansia akan sulit merasakan perbedaan tekstur karena penurunan fungsi fisik lansia. Lansia juga akan mengalami pengkeroposan tulang dan penurunan jumlah gigi yang menyebabkan penurunan nafsu makan lansia. Selain itu lansia juga akan mengalami penurunan fungsi kognitif seperti mudah lupa, tidak bisa mengambil keputusan dan kadang mengalami kebingungan.

2. Perubahan pada status mental lansia

Perubahan ini biasanya menyebabkan lansia mudah sedih, moodswing, mudah tersinggung, merasa tidak berguna dan merasa kehilangan serta mudah marah pada lingkungan.

Indonesia dengan populasi lansia yang mencapai 27,1 juta orang atau 10 % dari total penduduk Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan anggota keluarga yang menjadi pendamping ( caregiver) lansia di rumah. Oleh karena itu keluarga wajib mengenal apa saja yang perlu di ketahui dan diperhatikan dalam merawat lansia di rumah. Merawat lansia membutuhkan perhatian khusus, karena kemampuan mereka sudah banyak berkurang baik kemampuan fisik maupun kognitif nya. Perawatan lansia akan lebih mudah jika kita melakukan nya dengan tepat. Berikut adalah hal – hal yang perlu diperhatikan dalam merawat lansia di rumah :

1. Perhatikan keamanan lansia di rumah

Dengan adanya penurunan kondisi fisik yang dialami, seorang lansia akan mudah atau rentan sekali mengalami resiko cedera didalam rumah. Untuk menghindari kondisi tersebut maka harus dilakukan modifikasi lingkungan lansia. Sebagai contoh mengatur tata letak barang di sekitar lansia agar lansia mudah bergerak, memberikan alas kaki anti slip agar lansia terhindar dari kondisi terpeleset di jalan yang licin, pastikan barang – barang yang di butuhkan lansia terjangkau sehingga memudahkan lansia dalam mencapainya.

Hal ini sangatlah penting agar lansia terhindar dari kondisi resiko terjatuh yang dapat menghindari resiko patah tulang, gegar otak, atau kondisi serius lainnya. Oleh karena itu sebisa mungkin menjaga keamanan dan memodifikasi  lingkungan lansia.

 2. Pastikan nutrisi lansia di rumah terjaga

Dengan terjadinya perubahan fisik pada lansia akan menyebabkan penurunan nafsu makan. Oleh karena itu sebagai caregiver lansia atau dampingan keluarga harus mempunyai cara untuk menjaga asupan gizi lansia tetap terpenuhi yaitu dengan cara :

  1. Berikan lansia porsi makan sedikit tapi sering ini berguna untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi harian pada lansia.
  2. Perhatikan menu makan lansia jangan memberikan makanan pada lansia yang terlalu pedas, terlalu asam, terlalu asin dan terlalu manis ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada lansia.
  3. Perhatikan tekstur makanan yang diberikan pada lansia karena perubahan fisik lansia dapat menyebabkan kesulitan mengunyah dan menelan lansia. Maka berikan makanan pada lansia yang lunak.
  4. Berikan menu makan yang seimbang, lebih mengacu pada pola makan 5 sehat 6 sempurna namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua pencernaan lansia kuat pada susu atau produk yang mengandung susu.
  5. Jangan lupa pantau asupan air pada lansia terkadang lansia mengurangi minum air putih dikarenakan lansia tsb tidak ingin mondar mandir untuk ke kamar mandi padahal dengan mengurangi minum air putih dapat menyebabkan lansia dehidrasi atau kondisi fatal lainnya.

Dengan menerapkan pola makan sehat pada lansia dapat membantu mencegah timbulnya berbagai macam penyakit pada lansia yang kita sayangi.

 3. Perhatikan kebutuhan personal pada lansia

Merawat lansia terkadang caregiver lupa bahwa lansia juga memiliki kebutuhan personal seperti jika lansia saat muda selalu rapih, wangi dan bersih itu harus tetap dilakukan dan diberikan pada lansia tsb agar lansia masih mengingat saat mereka masih produktif dan situasi menyenangkan . Ajak lansia melakukan kegiatan sehari – hari yang menjadi rutinitas harian mereka, ini pentingagar lansia dapat terhindar dari kondisi terisolasi, kesepian yang dapat menyebabkan lansia depresi, stress bahkan gangguan kesehatan mental lansia. Oleh karena itu kita sebagai caregiver harus membantu lansia agar tidak mudah bosan, tidak merasa hidupnya tidak berarti atau perasaan pemicu stress lainnya.

 4. Perhatikan kondisi fisik dan mental lansia

Penurunan kondisi fisik dan mental lansia jangan pernah dianggap remeh karena dapat menyebabkan banyak hal dikemudian hari dan tidak dapat diperbaiki kembali. Oleh karena itu perubahan yang dialami oleh lansia baik dikeluhkan lansia ataupun tidak harus segera di perhatikan dan diperiksakan pada team yang kompeten.

Merawat lansia bukanlah perkara yang mudah apalagi perawatan lansia seringkali menguras pikiran, materi dan tenaga anggota keluarga sebagai pemberi perawatan lansia atau caregiver di rumah. Demi kesehatan fisik dan mental caregiver tetap terjaga maka janganlah ragu menerima bantuan atau bahkan meminta bantuan dalam merawat lansia dirumah. Semakin banyak yang membantu dalam merawat lansia maka akan terasa semakin ringan tanggung jawab yang harus di pikul caregiver. Terkadang caregiver lupa pada kesehatan fisik maupun mental diri nya sendiri karena terlalu fokus dan sibuk merawat. Terlebih pada kehidupan pribadi caregiver itu sendiri seperti pekerjaan, anak dll. Hal itu dapat memicu stres dan kecemasan pada caregiver sehingga akan menyebabkan rusak nya pola perawatan lansia itu sendiri.

Caregiver yang merawat lansia memerlukan perhatian khusus dikarenakan caregiver memerlukan perawatan diri sendiri  seperti membutuhkan waktu dan pemeriksaan kondisi tubuh, Perawatan diri sendiri adalah hal penting yang tidak boleh caregiver sepelekan. Jika memang sudah tidak mampu lagi dan membutuhkan waktu untuk beristirahat sejenak, jangan ragu untuk meminta bantuan kepada orang lain dalam merawat lansia.

Bantuan yang dapat di manfaatkan caregiver seperti pelayanan kesehatan masyarakat berupa posyandu lansia dan berbagai macam support sistem yang ada di masyarakat. Program posyandu lansia adalah pos layanan terpadu bagi masyarakat usia lanjut yang merupakan  program pengembangan  pemerintah  wilayah serta  puskesmas di sekitar lansia itu tinggal. Adapun program yang berkelanjutan seperti di RSJ. Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor terdapat poli satu atap yang bernama PGT (poli psikogeritri terpadu) yang mencakup layanan umum fisik lansia juga layanan psikis atau mental lansia, bekerjasama dengan layanan Kesehatan masyarakat (Keswamas) disini lansia akan mendapatkan fasilitas kemudahan one stop service dengan pemberian asuhan layanan  oleh Tim Psikogeriatri  yang kompeten.

 

Tri Haryani Amd Kep

Perawat lansia ruang Saraswati

RS. Jiwa Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor

 

 

Bagikan Postingan Ini:
Chat WhatsApp