03 November 2021

Perfeksionis, Apakah Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif?

by admin
tags
1551 views

Pernah melihat seseorang yang perfeksionis, terpaku dengan aturan dan keteraturan yang detail, sering mengkritik, mengeluh apabila tidak sesuai dengan yang dipikirkannya? Bisa jadi itu gejala gangguan kepribadian obsesif kompulsif.

Gangguan kepribadian obsesif kompulsif adalah kondisi medis di mana seseorang memiliki kebutuhan yang luar biasa dengan keteraturan, perfeksionis, dan kontrol diri serta lingkungan. Orang ini selalu merasa dirinya benar dan tidak nyaman apabila situasi yang terjadi menyimpang dari yang dipikirkannya. Hal ini yang seringkali menimbulkan konflik dengan pasangan, keluarga, dan rekan kerja.

Orang dengan gangguan kepribadian obsesif kompulsif sering tidak merasa bahwa dia mengalami gangguan sehingga menolak ketika diajak untuk berkonsultasi.

Berikut merupakan gejalanya:

  • Kebutuhan akan kesempurnaan (perfeksionis)  dan kontrol atas lingkungan dan hubungan interpersonal
  • Kekakuan terhadap detail, aturan, dan daftar sehingga mengabaikan tujuan dari suatu kegiatan
  • Dedikasi berlebihan dalam pekerjaan sehingga mengabaikan keluarga dan teman
  • Sulit mendelegasikan tugas pada orang lain karena tidak percaya mereka dapat melakukan sesuai standar yang dimilikinya
  • Kehati-hatian yang berlebihan
  • Kaku, tidak fleksible, keras kepala terhadap aturan, nilai, moral, etika
  • Sulit menyingkirkan benda benda yang dimiliki meskipun tidak terlalu berguna atau bernilai
  • Sulit bermurah hati pada orang lain

 

Kondisi tersebut bisa disebabkan karena:

  • Faktor genetik
  • Riwayat pengasuhan yang over protective atau neglected (pengabaian)
  • Kelekatan (attachment) yang kurang dengan orang tua atau figur bermakna lain sehingga ekspresi emosi dan empatinya kurang berkembang

 

Gangguan kepribadian obsesif kompulsif dapat memberikan efek yang tidak baik dan merugikan seperti:

  • Masalah dalam relasi, pekerjaan dan kehidupan sehari hari
  • Mansietas (gangguan cemas)
  • Depresi

 

Terapi yang dapat dilakukan adalah:

  • Manajemen stres (latihan pernafasan, relaksasi otot progresif, grounding technique, mindfulness, dll.
  • Psikoterapi (Psikodinamik, CBT)
  • Psikofarmaka (Antidepresan, anti-ansietas)
  • Support system

 

Salam SEJI-GO

(Sehat Jiwa Bersama Lahargo)

 

Oleh:

dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ

Psikiater dan Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor

Share This Post:
WhatsApp Chat