Kepatuhan terhadap terapi jangka panjang untuk penyakit kronis memegang peranan penting untuk mencapai tujuan terapi. Dengan melakukan intervensi untuk meningkatkan kepatuhan dapat memberikan hasil positif yang signifikan, yaitu melalui pencegahan primer pada faktor risiko dan pencegahan sekunder terhadap hasil terapi yang merugikan. Selain itu, meningkatkan kepatuhan juga meningkatkan keselamatan pasien karena pasien yang memiliki risiko yang mengancam jiwa dapat terselamatkan.
Konsekuensi dari kepatuhan yang buruk terhadap terapi jangka panjang adalah hasil terapi yang buruk dan peningkatan biaya perawatan kesehatan. Kepatuhan yang buruk terhadap terapi jangka panjang sangat membahayakan efektivitas pengobatan sehingga hal ini merupakan masalah kritis dalam kesehatan baik dari perspektif kualitas hidup dan ekonomi kesehatan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien antara lain:
Diperlukan tindakan untuk memecahkan masalah yang terkait dengan masing-masing faktor tersebut salah satunya dengan melibatkan Apoteker di dalam program manajemen perawatan pasien di rumah sakit. Apoteker di dalam melaksanakan pelayanan kefarmasian di rumah sakit memiliki peranan di dalam meningkatkan kepatuhan pasien, antara lain:
Di dalam pemberian layanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan pasien, diperlukan pula tindakan yang terkoordinasi dari profesional kesehatan. Oleh karena itu diperlukan pendekatan multidisiplin terhadap kepatuhan, serta komitmen yang lebih kuat terhadap pendekatan multidisiplin untuk mencapai kemajuan di dalam meningkatkan kepatuhan pasien.
Penulis:
Witri Resmiati, S.Si, Apt.