Menurut World Health Organization (WHO), lembaga kesehatan dunia, angka kejadian bunuh diri setiap tahun ada 800.000 orang, jadi dalam 40 detik ada 1 orang yang melakukan bunuh diri. Angka terbanyak kejadian bunuh diri berada pada rentang usia 15-29 tahun. 1,4% kematian di seluruh dunia disebabkan oleh bunuh diri.
Tanda dan Gejala
Seorang yang melakukan bunuh diri/mencoba bunuh diri sebenarnya tidak sungguh-sungguh ingin mengakhiri hidupnya, mereka sebenarnya ingin penderitaan/konflik yang dialaminya cepat berakhir. Hanya sayangnya bunuh diri yang menjadi pilihan karena seolah tidak ada bantuan lain yang bisa diharapkan. Ada beberapa tanda dan gejala bunuh diri yang perlu diketahui agar bisa melakukan pencegahan, antara lain :
Apabila ditemukan tanda dan gejala seperti di atas sebaiknya segera menghubungi profesional kesehatan jiwa seperti Psikiater, psikolog, perawat jiwa, dokter umum terlatih, pekerja sosial, dll agar segera mendapatkan petolongan. RS.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor memiliki Hot Line Service Kedaruratan Psikiatri, Layanan ‘Crisis Centre’ di nomor (0251) 8310611.
Faktor Risiko
Tidak ada diskriminasi pada fenomena bunuh diri, setiap orang memiliki risiko untuk melakukan bunuh diri, jenis kelamin, suku budaya, latar belakang pendidikan dan pekerjaan. Perilaku bunuh diri disebabkan oleh berbagai faktor yang kompleks dan tidak ada penyebab tunggal. Ada beberapa faktor risiko yang membuat perilaku bunuh diri lebih mudah terjadi, yaitu :
Banyak orang yang mengalami faktor risiko tersebut tetapi tidak melakukan bunuh diri, perlu diperhatikan bahwa perilaku bunuh diri adalah tanda adanya suatu stres yang berat yang dialami oleh orang tersebut. Setiap pikiran dan perilaku bunuh diri harus dianggap sebagai suatu hal yang serius dan segera mendapatkan pertolongan.
Penanganan
Apabila terdapat tanda, gejala dan faktor risiko mengenai perilaku bunuh diri maka perlu segera dilakukan penanganan. Hal – hal yang bisa dilakukan antara lain adalah :
a. Rendah : ada pikiran bunuh diri, tidak ada rencana, tidak mau melakukannya
b. Sedang : beberapa kali muncul pikiran bunuh diri, sedikit rencana, tidak mau
melakukannya
c.Tinggi : sering muncul pikiran bunuh diri, rencana yang jelas, tidak mau
melakukannya
d. Berat : selalu muncul pikiran bunuh diri, rencana yang jelas dan terus
menerus berniat melakukannya
Terapi
Saat dibawa ke profesional kesehatan jiwa maka orang yang melakukan perilku bunuh diri akan mendapatkan terapi yang sesuai dengan kondisi kejiwaan yang dialaminya.
Setiap orang memiliki problema/masalah kehidupannya masing-masing dan kemampuan menghadapinya pun berbeda-beda. Melakukan deteksi dini dan manajemen stres yang baik akan mengurangi risiko terjadinya bunuh diri di kemudian hari. Pengetahuan tentang manajemen stres dan masalah kejiwaan juga penting dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat seperti mahasiswa, pekerja, guru, orang tua, anak, dll. Lakukan pencegahan terhadap bunuh diri karena kehidupan jauh lebih indah ketika kita berguna dan memberi manfaat daripada mengakhirinya. Salam sehat jiwa!