Problem yang seringkali dihadapi orang tua adalah belajar melepas anak-anak mereka untuk tidur sendiri tanpa didampingi. Masalah ini tidak bisa segera dapat teratasi secara instan. Tidak akan bisa selesai dalam hitungan jam instan. Tidak akan bisa selesai dalam hitungan jam bahkan hari. Orang tua yang menginginkan perubahan harus siap menghadapi tangisan, air mata dan rengekan.
Bagaimana caranya supaya anak-anak betah dan mau tidur sendiri?
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh orang tua :
1. Aturlah kamarnya sedemikian rupa sesuai dengan keinginan anak (sleep- friendly). Kondisikan ruangan tidur yang menenangkan dan memudahkan anak untuk tidur lelap. Setiap anak memiliki keinginan yang berbeda. Ada anak yang menyukai suasana terang dan terdengar suara namun ada anak lain yang lebih menyenangi suasana gelap dan hening.
2. Sampaikan harapan orang tua melalui kalimat yang jelas.
Contoh : "Mulai malam ini kakak belajar tidur sendiri, mama akan temani dulu sampai kamu tertidur"
3. Validasi perasaan anak. Dari pada mengatakan "jangan takut" lebih baik menguatkan dalam kalimat positif.
Contoh "Mama tau kamu takut, tapi mama yakin kamu cukup berani untuk tidur di ranjangmu sendiri walaupun rasanya menakutkan."
4. Lakukan secara bertahap. Untuk anak-anak yang terbiasa tidur dengan mama papa, mereka butuh bantuan untuk menjalani fase transisi pindah ke kamar yang sudah disiapkan.
Misalnya boleh tidur di kamar yang sudah disiapkan. Misalnya boleh tidur di kamar papa mama tapi terpisah (misalnya pakai matras sendiri di lantai). Selanjutnya temani anak di kamarnya sampai ia merasa lebih nyaman. Kemudian secara perlahan biarkan ia tidur sendiri di ranjangnya sendiri.
5. Ciptakan rutinitas tidur yang baik. Ini untuk membiasakan anak lebih siap untuk tidur. Misalnya gosok gigi sebelum tidur, bacakan buku cerita, pelukan sebelum tidur, matikan lampu dll.
6. Be consistent. Jika anak terbangun malam hari dan masuk ke kamar papa mama, antarkan kembali ke tempat tidurnya. Selalu lakukan hal yang sama, kapanpun.
7. Beri penguat positif. Misalnya dengan metode tocen economy untuk memotivasi anak mengikuti aturan (butuh artikel tersendiri untuk penjelasan lebih lanjut).
8. Peka terhadap problem khusus setiap anak, segera tangani.
Misalnya anak yang regress/mengalami kemunduran (contoh : mengompol saat tidur sendiri), cemburu dengan adik bayi hingga menolak tidur sendiri atau masalah anxiety (kecemasan) dan night terror/mimpi buruk.
Untuk point ke 8, jika masalahnya sudah mengganggu fungsi keseharian anak dan sudah mengarah ke gangguan klinis, carilah professional helper (Psikolog/ Psikiater anak) untuk mengatasinya. Psikiater anak) untuk mengatasinya.
Selamat mencoba,
Miranty Novia Wardhani, S.Psi
RS. dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor